Sabtu, 07 Juli 2012

Pembelajaran Bahasa Arab Dengan Media Permainan


PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DENGAN MEDIA PERMAINAN


I.       PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Bahasa arab adalah mata pelajaran yang sangat kompleks, karena terdiri dari berbagai terapan ilmu pengetahuan yang mencakup empat kecerdasan, sehingga  membutuhkan guru yang kompeten dalam penguasaan materi dan pengelolaan kelas, terutama dalam hal pemanfaatan media pembelajaran atau penciptaan suasana yang nyaman guna menarik minat belajar para siswa-i. Karena sejauh ini bahasa arab masih belum banyak diminati para siswa-i jika dibandingkan dengan bahasa ingris, hal tersebut dikarenakan bahasa arab belum populer dikalangan masyarakat, serta anggapan bahwasanya bahasa arab adalah ilmu yang rumit dan sulit untuk dipelajari.
Mengajarkan bahasa Arab tidak mudah, diperlukan usaha yang sangat besar dari guru, juga dibutuhkan fasilitas yang memadai, serta pemilihan metode yang sangat tepat bagi mereka. Guna mengairahkan minat belajar siswa-i dan memudahkan penyerapan materi serta pemahaman materi bahasa arab yang disampaikan.
Dari fenomena tersebut, diperlukan banyak faktor untuk menumbuhkan minat belajar bahasa arab para siswa-i, salah satu caranya adalah dengan menumbuhkan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Seperti : pembelajaran bahasa arab yang dikemas dalam sebuah permainan, sehingga materi pelajaran bahasa arab yang disampaikan tidak dirasakan oleh siswa-i sebagai suatu beban pelajaran yang rumit namun dianggap sebagai sebuah kegiatan yang menyenangkan. Dan dari permainan tersebut para siswa-i dapat menyerap materi yang disampaikan dengan tanpa disadari, namun proses pembelajaran tetap dapat memenuhi SK, KD dan Indikator yang telah dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP.

Dalam proses pembelajaran bahasa arab dengan media permainan terdapat beberapa permasalahan terkait dengan pemahaman guru tentang media permainan, urgensi media dalam pembelajaran bahasa arab, pemilihan media dan proses pelaksanaan pembelajaran menggunakan media permainan.

B. Rumusan Masalah
a.       Bagaimanakah pengertian dari media dan urgensi media dalam pembelajaran bahasa arab ?
b.      Bagaimanakah pengertian dari media permainan dalam pembelajaran bahasa arab ?
c.       Bagaimanakah model-model permainan bahasa ?





II.                PEMBAHASAN
A.    Pengertian dan Urgensi Media dalam Pengajaran Bahasa Arab.
Media berasal dari bahasa latin : “Medius” yang berarti “tengah”. Dan secara umum media adalah semua bentuk perantara untuk menyebar, membawa atau menyampaikan suatu pesan (message) dan gagasan kepada penerima atau para siswa-i. Secara luas media diartikan dengan : “setiap orang, bahan, alat atau kejadian yang dapat mambantu para siswa-i untuk lebih mudah memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Sehingga guru, buku teks dan lingkungan sekolah disebut juga dengan media”.[1]
Menurut sejarah, media pertama kali disebut dengan visual education (alat peraga pandang) kemudian berubah menjadi Audio-visual aids (bahan pengajaran) kemudian berubah menjadi Audio-visual communication (komunikasi pandang dengar), yang selanjutnya berubah menjadi Educational Technology (teknologi pendidikan atau teknologi pengajaran).
Didalam bahasa arab media pengajaran disebut dengan “wasa’ilul idhoh, Al-Wasa’ilut Taudhih, atau Al-Mu’ayyimaatus Sima’iyah Wal Bashoriyah”. Atau alat pandang dan dengar.
Media pengajaran merupakan perpaduan antara hardware (peragkat keras) dan software perangkat lunak). Yang menurut Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan di Amerika, media dibatasi sebagai segala hal dan bentuk yang digunakan seseorang untuk menyampaikan suatu pesan atua informasi.
Urgensi media dalam pengajaran bahasa adalah :
a.       Berdasarkan pendapat Soenjoyo Dirjo Soemarto, bahwasanya totalitas presentase banyaknya ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki seseorang yang terbanyak dan tertiggi adalah melalui indra penglihatan dan pengalaman langsung atau praktek, baru kemudian indra pendengaran dan indra lainnya.[2]
b.      Menurut John M. Lannon, fungsi dari media dalam pengajaran bahasa arab adalah :
1.    Untuk menarik minat siswa.
2.    Untuk Meningkatkan pengertian siswa.
3.    Untuk Memberikan data yang kuat atau terpercaya.
4.    Untuk Memadatkan informasi.
5.    Untuk Memudahkan menafsirkan data.
c.       Menurut Mudjiono, media pengajaran mampu membangkitkan motivasi belajar serta memberikan stimulus bagi kemauan belajar, karena media pengajaran berpengaruh besar dalam memberikan kesan bagi siswa-i melalui indra penglihatan siswa-i dan lebih memudahkan pemahaman siswa-i.[3]
d.      Menurut Dr. Abdul ‘Alim Ibrahim, Media pengajaran sangatlah penting, karena dapat membangkitkan rasa senang dan gembira para siswa-i serta mampu memperbaharui semangat belajar siswa-i, sehingga dapat menyebabkan rasa senang untuk datang ke sekolah dan dapat memantapkan pengetahuan di benak para siswa-i serta dapat menghidupkan suasana kegiatan belajar mengajar.[4]
e.       Menurut Arif, secara umum media pembelajaran berfungsi sebagai :
1.      Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistik atau dalam bentuk kata tertulis dan lisan saja.
2.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. Seperti : Obyek terlalu besar, obyek terlalu kecil, gerak terlalu lambat, gerak terlalu cepat, kejadian dimasa lampau dan obyek yang kompleks.
3.      Dapat mengatasi sifat pasif siswa-i secara tepat dan variatif, karena terdapat interaksi langsung antara siswa-i dan media.[5]
Klasifikasi media pembelajaran bahasa adalah:
Rounded Rectangle: Media Pembelajaran Bahasav
Rounded Rectangle: Media rasaRounded Rectangle: Media pandangRounded Rectangle: Permainan dan simulasiRounded Rectangle: Media pandang dengarRounded Rectangle: Media dengar                   
                                                                              
Rounded Rectangle: Permainan bahasa : 
Bisik rantai, 
Simon says,
Sambung suku,
Kategori bingo,
Silang datar,
TTS,
Scrabble,
Scramble,
Spelling bee,
Piramida kata,
Berburu kata,
Ambu-Ambilan.

Rounded Rectangle: Non Proyeksi : Papan tulis, Papan tali, Papan flannel, Papan magnetis, Papan selip, Wwall chart,   Flow chart,  Flash chart, Kubus struktur,  Reading box, Modul, 
Kartu gambar.
Rounded Rectangle: Radio, PH, Rekaman.Rounded Rectangle: Slide suara, film, TV, VTR (VCR)Rounded Rectangle: Rasa, Raba, Bau, Keseimbangan                                                                              
Rounded Rectangle: Keterangan :
Garis           menyatakan bahwa media tersebut dapat dipakai untuk kelas besar, kelas kecil dan untuk belajar secara individual.
Garis            menyatakan bahwa media tersebut hanya sesuai untuk kelas kecil.
Rounded Rectangle: Berproyeksi :
Slide bisu,
Film bisu,
Film strip,
Flim loop,
OHP.
Rounded Rectangle: Simulasi :
Permainan,
Simulasi,
Bermain peran,
Sosiodrama,
Psikodrama,
Sandiwara boneka.
                                                  
                                                  


  1. Media Permainan dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Salah satu media yang dapat digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar adalah media permainan. Pengertian dari permainan adalah :
a.    Permainan berasal dari kata “main” yang berarti perbuatan untuk menyenangkan hati dan dilakukan dengan menggunakan ala-alat yang disukai atau dengan media tertentu.
b.    Suatu bentuk kegiatan yang melibatkan interaksi para pemain secara penuh dengan mengikuti aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu pula. Dan permainan dapat menjadi sumber belajar jika permainan tersebut bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan atau pembelajaran.
c.    Menurut Piageat, bermain adalah manifestasi penyesuaian salah satu dasar proses mental menuju pada pertumbuhan intelektual, dan bermain adalah mekanisme penyesuaian  yang penting bagi perkembangan atau pertumbuhan manusia.
d.   Menurut Sudirman, Permainan sebagai media pembelajaran mempunyai beberapa kelebihan, yaitu : Sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan, menghibur dan menarik. Dengan permainan, maka akan ada partisipasi aktif dari para siswa-i dalam proses belajar mengajar. Karena permainan mampu memberikan umpan balik langsung dalam memecahkan masalah-masalah nyata atau sebagai proses pemberian pengalaman nyata yang dapat diulang sesuai kehendak.[6]
Pengertian dari permainan bahasa menurut Soeparno adalah : aktifitas yang dilakukan untuk memperoleh keterampilan berbahasa terntentu dengan cara yang menyenangkan.[7]
Menurut G. Gibbs, permainan bahasa adalah : suatu kegiatan yang didalamnya ada kegiatan saling membantu dalam persaingan antar pemain untuk mencapai tujan yang telah ditentukan dengan aturan-aturan tertentu.
Peran media permainan tidak kalah pentingnya dengan peran kompetensi guru yang memadai dalam proses belajar mengajar. Karena media permainan dapat memberikan peluang yang lebih dalam memperoleh hasil pembelajaran yang maksimal jika dibandingkan dengan proses pembelajaran yang mengabaikan media permainan sebagai penunjang keberhasilan pembelajaran.
Tujuan dari permainan bahasa adalah : untuk memperoleh kegembiraan dan untuk melatih keterampilan berbahasa tertentu. Namun bukan ditujukan untuk mengukur atau mengevaluasi hasil belajar siswa-i. Karena permainan bahasa digunakan sebagai langkah pendekatan dalam pembelajaran untuk mempermudah pencapaian tujuan dari pembelajaran bahasa tersebut.
Manfaat permaian bahasa dalam kegiatan pembelajaran menurut Nasif Mustofa adalah :
1.    Memupuk jiwa persaingan yang sehat, atau saling mengunguli satu sama lain.
2.    Mendorong pembelajaran untuk menyaksikan dan ikut serta dalam berbagai permainan.
3.    Memotivasi diri untuk tampil dengan sebaik-baiknya.
4.    Belajar untuk bekerjasama dalam suatu pekerjaan, atau mencapai sebuah kemenangan.
Beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam permainan bahasa adalah :
1.  Permainan bahasa bersifat sebagai sarana pembantu dalam pengajaran dan bukan suatu tujuan dalam rangkaian materi pelajaran bahasa arab.
2.  Merubah paradigma yang beranggapan bahwasanya permainan bahasa hanya sesuai untuk usia anak-anak. Karena permainan alam pembelajaran bahasa arab dapat diterapkan untuk tingkatan usia muda, dewasa ataupun tua.
3.  Tujuan permainan bahasa tidak terbatas untuk sekedar menghilangkan kejenuhan dan kelelahan dalam kegiatan pembelajaran bahasa arab, namun permainan tersebut berguna untuk menyempurnakan materi bahasa arab yang diajarkan.
4.  Saat menentukan permainan bahasa, hendaknya memperhatikan istilah bahasa yang diajarkan, tatacara pelaksanaan permainan, dsb.
Menurut Nasif Mustofa, beberapa prinsip umum dalam permainan bahasa adalah :
1.    Permainan bahasa merupakan kegiatan yang penuh dengan kerjasama.
2.    Permainan bahasa bertujuan untuk memotivasi pembelajaran dalam menggunakan bahasa dengan tujuan sebagai alat komunikasi.
3.    Permainan bahasa menjadikan lebih jelas pengetahuan dan ide-ide yang ada diantara para pemain.
Cara memilih permainan bahasa adalah sebagai berikut :
1.  Pengajar harus menentukan topik permainan yang jelas untuk sebuah materi, sehingga alur permainan jelas dan sesuai dengan materi pelajaran bahasa arab.
2.  Permainan bahasa harus disesuaikan dengan tingkatan pengajaran, kemampuan peserta didik, waktu dan tempat pelaksanaan permainan.
3.  Siswa-i harus berada dalam keadaan aman dan tidak menimbulkan penyimpangan.
4.  Harus memperhatikan keterampilan berbahasa, unsur-unsur bahasa dan model bahasa agar pelaksanaan latihan bahasa melalui media permainan menjadi sempurna.
5.  Persiapan sebelum permainan dilakukan untuk permaiann yang membutuhkan persiapan khusus.
6.  Sebelum pelaksanaan permainan harus dipastikan seluruh siswa-i telah memahami teknisi pelaksanaan lomba.

  1. Macam-macam Permainan Bahasa
Pembagian macam-macam permainan bahasa disesuaikan dengan kompetensi berbahasa arab yang seharusnya dikuasai oleh siswai-i, yaitu mencakup :
1.    Permainan bahasa untuk keterampilan menyimak (Istima’)
Menyimak bersifat pasif-reseptif dengan maksud : inisiatif untuk dapat berkomunikasi dengan berbahasa arab bukan berasal dari dirinya, melainkan dari orang lain yang sikap dan tindakannya diharapkan oleh pendengar untuk diperhatikan dengan seksama sehingga dapat dipahami maksudnya dan dapat diikuti struktur kalimatnya. Bahasa lisan yang dapat dipahami dapat berjenis : bunyi bahasa, fonem, suku kata, kata-kata lepas, frasa, kalimat dan wacana yang utuh dan lengkap. Karena tujuan utama dari kecakapan menyimak adalah : untuk dapat memahami bahasa lisan. Media permainan yang dapat dimanfaatkan antara lain :
a.       Bisik berantai (Al-Asrar al-Mutasalsil)
Permainan ini terdiri dari dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 6-7 siswa-i, guru membisikkan kosakata atau kalimat kepada siswa paling depan untuk selanjutnya dibisikkan kepada teman setelahnya dan peserta yang dapat menyelesaikan tugas tercepat dengan jawaban benar adalah pemenang permainan tersebut. Contoh kalimat :
-      الصورة كبيرة – السورة كبيرة
-      يبكى أحمد بكاء شديدا – هو يضحك ضحكة عريضة
b.      Istima’ al-aghani
Guru menyiapkan kaset lagu berbahasa arab fusha dan teks syair yang tidak lengkap, kemudian guru memutarkan kaset dan meminta siswa-i untuk melengkapi teks syair tersebut dan pelajaran diakhiri dengan pembenaran cara penulisan siswa-i.
2.    Permainan bahasa untuk keterampilan berbicara (Kalam)
Hal yang diprioritaskan dalam kecakapan berbicara adalah berkenaan dengan isi dan makna yang terkandung dalam sebuah pesan secara lisan. Maksud dari kemampuan berbicara adalah : kemampuan berkomunikasi secraa akurat dan efektif dalam penggunaan bahasa secara konteks. Sehingga tujuan utama pembelajaran keterampilan berbicara adalah : mampu menggunakan bahasa secara lisan. Media permainan yang dapat dimanfaatkan antara lain :
a.        Mengapa saya melakukan pekerjaan ini (Limadza a’miltu hadza)
Guru menyiapkan kartu yang berisi pertanyaan “Limadza”, kemudian salah satu siswa diminta memegang kartu dan membacanya kemudian menjawab pertanyaan tersebut. Jila jawabanannya benar, maka siswa tersebut dapat mengammbil kartu selanjutnya dan bertanya kepada teman yang dia tunjuk. Contoh :
-      يأخذ الطّالب البطاقة : - أنا أكتب الرّسالة – لماذا ؟
-      لطلب الإستئذان
-      لإعطاء الخبر
-      لمعرفة الحالة (الإجابة)
b.      Ta’bir Mushawwar
Guru menyiapkan gambar dengan tema tertentu, gambar ditempelkan dipapan tulis kemudian guru menjelaskan alur cerita dari gambar tersebut, kemudian guru meminta salah satu siswa untuk menceritakan kembali alur cerita yang telah diceritakan oleh guru dan meminta siswa lain untuk memperhatikan penjelasan temannya.

3.    Permainan bahasa untuk keterampilan membaca (Qiro’ah)
Menyimak pada dasarnya bersifat representatif, karena diawali dengan pemahaman terhadap informasi yang tertulis. Sehingga pembaca sebagai penerima dapat memahami dengan seksama teks yang ia baca. Adapun tujuan dari kecakapan membaca adalah : siswa-i mampu memahami teks bacaan yang telah dibaca dan pelajari. Media permainan yang dapat dimanfaatkan antara lain :
a.       Merapikan teks bacaan (Tartib al-Nash)
Siswa-i dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, setiap kelompok diberi potongan teks yang acak untuk disuusn menjadi jawaban yang sempurna.
b.      Antonim (Al-Mudhod)
Guru menulis sebuah kata dikartu kemudian menunjuk salah satu murid untuk mengambil kartu dan menyebutkan lawan kata atau antonim kata tersebut. Jika siswa tidak dapat menjawab, maka soal itu dilempar kepada siswa lain, jika siswa kedua dapat menyebutkan antonim kata tersebut maka ia berhak menentukan hukuman bagi siswa yang tidak dapat menyebutkan antonim kata tersebut.

4.    Permainan bahasa untuk keterampilan menulis (Kitabah)
Dalam pengungkapan diri secara tertulis, seorang siswa mempunyai kesempatan untuk mengatur bahasa serta pesan yang akan disampaikan melalui tulisannya. Sehingga unsur kebahasaan menjadi aspek inti yang perlu untuk dicermati. Media permainan yang dapat dimanfaatkan antara lain :
a.       Apakah kamu tahu (Hal ta’rif)
Guru memberikan soal tertulis dan meminta para siswa-i menjawab pertanyaan tersebut terkait dengan sesuatu atau peristiwa yang aktual. Contoh :
-      هل تعرف ماأمامك ؟
-      نعم, أمامى كراريس عليهم طلاّب.
b.      Ta’bir al-Shuwar
Guru menyiapkan gambar tentang suatu tema. Kemudian ditempelkan dipapan tulis dan guru meminta siswa untuk mengidentifikasi gambar tersebut. Dan pelajaran diakhiri dengan menjelaskan kesalahan-kesalahan umum dalam penjelasana siswa.[8]






III.              KESIMPULAN
Media adalah segala sesuatu baik orang, bahan, alat atau kejadian yang dapat dijadikan perantara untuk membantu mempermudah pemahaman siswa-i terkait pengetahuan, ketarampilan maupun sikap yang diserap dari materi yang telah disampaikan oleh guru. Dengan urgensi : media dapat dijadikan sebagai alat untuk membangkitkan minat belajar siswa-i karena pembelajaran dirasakan lebih menyenangkan dan variatif serta tidak terbatas ruang waktu dan indera.
Permainan bahasa adalah suatu kegiatan yang menyenangkan dengan menggunakan media tertentu guna mempermudah siswa-i dalam penyerapan materi pelajaran, karena ia menjadi langkah pendekatan dalam pembelajaran untuk mempermudah pencapaian tujuan dari pembelajaran bahasa arab, sehingga dapat tercapai kesempurnaan pemahaman siswa-i terhadap materi yang telah disampaikan tanpa merasakan kejenuhan dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Macam-macam permainan bahasa dibagi berdasarkan kompetensi atau kecakapan yang harus dikuasai oleh siswa-i, yaitu : Permainan bahasa untuk keterampilan menyimak (Istima’), seperti: Bisik berantai (Al-Asrar al-Mutasalsil) dan Istima’ al-aghani. Permainan bahasa untuk keterampilan Berbicara (Kalam), seperti: Mengapa saya melakukan pekerjaan ini (Limadza a’miltu hadza) dan Ta’bir Mushawwar. Permainan bahasa untuk keterampilan Membaca (Qiro’ah), seperti: Merapikan teks bacaan (Tartib al-Nash) dan Antonim (Al-Mudhod). Permainan bahasa untuk keterampilan Menulis (Kitabah), seperti : Apakah kamu tahu (Hal ta’rif) dan Ta’bir al-Shuwar.





IV.             DAFTAR PUSTAKA

Achsin, Amir. 1986.  Media Pendidikan.  Ujung Pandang : IKIP.
Damapoli, Muljono. 2003.  Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Dirjosoemarno, Soenjojo. 1980.  Pengertian dan Fungsi Media Pendidikan. Jakarta : P3G. Depdikbud.
Mahmudah, Umi dan Wahab Rasyidi, Abdul. 2008.  Active Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab. Malang : UIN-Malang Press.
Mujiono, Gunawan. 1980. Media Pendidikan. Jakarta : P3G Departemen P dan K.
Sadiman, Arif. 2006.  Media Pendidikan, Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatan. Jakarta : PT. Grafindo Persada.
Wahab Rosyidi, Abdul. 2009.  Media Pembelajaran Bahasa Arab. Malang : UIN Malang Press.
Zaenuddin, Radliyah. 2005.  Metodologi dan Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab. Yogyakarta : Pustaka Rihlah Group.





[1] Amir Achsin, Media Pendidikan, (Ujung Pandang : IKIP, 1986), 9.
[2] Soenjojo Dirjosoemarno, Pengertian dan Fungsi Media Pendidikan, (Jakarta : P3G. Depdikbud, 1980), 10-11.
[3] Gunawan Mujiono, Media Pendidikan, (Jakarta : P3G Departemen P dan K, 1980), 2-3.
[4] Muljono Damapoli, Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2003), 74-76.
[5] Umi Mahmudah dan Abdul Wahab Rasyidi, Active Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang : UIN-Malang Press, 2008), 95-111.
[6] Arif  Sadiman, Media Pendidikan, Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatan, (Jakarta : PT. Grafindo Persada, 2006).
[7] Abdul Wahab Rosyidi, Media Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang : UIN Malang Press, 2009), 79-99.
[8] Radliyah Zaenuddin, Metodologi dan Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab (Yogyakarta : Pustaka Rihlah Group, 2005), 51-102.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar