Selasa, 18 Juni 2013

Supervisi Pendidikan

PENGERTIAN SUPERVISI PENDIDIKAN

I.                   Pendahuluan

Di era globalisasi ini setiap sekolah saling berlomba-lomba untuk mendapatkan predikat sebagai Sekolah Berstandar Nasional (SSN), Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) atau Sekolah Berstandar Internasioanal (SBI). Bahkan predikat tersebut dijadikan sebagai tolak ukur kwalitas suatu sekolah sehingga dikatakan sebagai sekolah favorit.
Untuk mencapai predikat tersebut setiap aktivitas dalam dunia pendidikan memerlukan adanya koordinasi baik kecil maupun besar, karena tanpa adanya koordinsi aktivitas pendidikan tidak dapat berjalan dengan lancar. Selain koordinasi kegiatan pendidikan perlu diawasi atau disupervisi, supaya kegiatan pendidikan di suatu lembaga pendidikan dapat berjalan dengan baik, sehingga suatu sekolah bisa meraih predikat tersebut.
Dari latar belakang masalah tersebut saya mengambil beberapa rumusan masalah sebagai berikut :

a.       Apakah pengertian dari supervisi pendidikan?
b.      Apakah kedudukan supervisor pendidikan itu?
c.       Apakah macam-macam dari teknik supervisi pendidikan itu?
Dari rumusan masalah tersebut terdapat beberapa tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu :

a.    Dapat dimengerti pengertian dari supervisi pendidikan.
b.    Dapat diketahui kedudukan supervisor pendidikan beserta tugasnya.
c.    Dapat diketahui macam-macam dari teknik supervisi pendidikan.






II.                Pembahasan

A.    Pengertian Supervisi Pendidikan

Menurut konsep tradisional, supervisi adalah Pekerjaan inspeksi dalam mengawasi dan menemukan kesalahan untuk diperbaiki (Snooper Vision). Sifat-sifat supervisi secara ilmiah adalah :
a.     Sistematis : dilaksanakan secara teratur, berencana dan kontinyu.
b.    Objektif : Data didapatkan berdasarkan observasi nyata dan tafsiran pribadi.
c.    Menggunakan alat pencatat untuk memberikan umpan balik dalam penilaian proses pembelajaran di kelas.[1]
Supervisi atau pengawasan pendidikan adalah Setiap gerak langkah pimpinan suatu lembaga pendidikan untuk mengkoordinasikan setiap kegiatan, situasi dan kondisi di segala bidang suatu lembaga pendidikan.
Beberapa definisi tentang supervisi adalah :
a.    Menurut P. Adams dan Frank G. Dickey
Supervisi adalah suatu program berencana yang bertujuan untuk memperbaiki pengajaran (Supervision is a planned program for the improvement of instruction).
b.    Dalam Dictionary of Education, Good Carter
Supervisi adalah segala usaha petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas pendidikan untuk memperbaiki pengajaran, perkembangan guru-guru, penyelesaian dan revisi tujuan pendidikan, bahan-bahan, metode dan penilaian pengajaran.
c.    Menurut Alexander dan Saylor
Supervisi adalah Program Inservise education dan usaha pengembangan kelompok/group secara bersama.

d.   Menurut Boardman
Supervisi adalah usaha menstimulus, mengkoordinir dan membimbing secara kontinyu pertumbuhan guru-guru sekolah secara individu dan kolektif supaya lebih mengerti dan efektif dalam mewujudkan segala fungsi pengajaran dan lebih cakap dalam berpartisipasi di masyarakat demokrasi modern.
e.    Menurut Mc. Nerney
Supervisi adalah Prosedur dalam memberikan arah dan penilaian secara kritis terhadap proses pengajaran.
f.     Menurut H. Burto & Leo J. Bruckner
Supervisi adalah Suatu teknik pelayanan dengan tujuan utama mempelajari dan memperbaiki faktor-faktor dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.[2]
g.    Menurut Kimball Wiles
Keberhasilan supervisi pendidikan tergantung pada kecakapan pribadi supervisor yang mencakup lima keterampilan dasar, yaitu :
1.    Keterampilan dalam hubungan-hubungan kemanusiaan.
2.    Keterampilan dalam proses kelompok.
3.    Keterampilan dalam kepemimpinan pendidikan.
4.    Keterampilan dan mengatur personalia sekolah.
5.    Keterampilan dalam evaluasi.
h.    Menurut John T. Lovel, terdapat beberapa fokus dalam supervisi pendidikan yang dapat digambarkan dalam sebuah skema,  yaitu :
1.    Perilaku supervisor.
2.    Situasi Belajar mengajar.
3.    Flowchart: Connector:  2Tujuan akhirnya untuk mengangkat harapan belajar siswa.

 


                   1                                                                                        3

                  
     Fungsi supervisi pendidikan yang mengacu pada bagian keperluan pendidikan adalah : Untuk membantu sekolah menciptakan lulusan yang berkualitas dan kuantitas baik, membantu guru bekerja profesional sesuai kondisi masyarakat setempat dan membantu sekolah bekerjasama dengan masyarakat untuk membina program pengajaran sebaik-baiknya sehingga selalu ada usaha perbaikan.
Menurut Swearingen dalam buku Supervision of Instructon – Foundation and Dimension, dikemukakan terdapat 8 fungsi supervisi, yaitu :
1.    Mengkoordinasi semua usaha sekolah.
2.    Melengkapi kepemimpinan sekolah.
3.    Memperluas pengalaman guru-guru.
4.    Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif.
5.    Memberi fasilitas dan penilaian yang terus-menerus.
6.    Menganalisis situasi belajar-mengajar.
7.    Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada setiap anggota staff.
8.    Memberikan wawasan yang luas dan terintregasi dalam merumuskan tujuan-tujuan pendidikan dan meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru.[3]
Tujuan supervisi pendidikan adalah :
1.    Membantu menciptakan lulusan yang optimal dalam kualitas dan kuantitas.
2.    Membantu guru mengembangkan pribadi, kompetensi dan sosialnya.
3.    Membantu kepala sekolah mengembangkan program yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
4.    Ikut meningkatkan kerjasama dengan masyarakat atau komite sekolah.
5.    Mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik.[4]
Sasaran supervisi pendidikan adalah :
1.    Mengembangkan kurikulum yang sedang dilaksanakan di sekolah.
2.    Meningkatkan proses belajar mengajar di sekolah.
3.    Mengembangkan seluruh staff di sekolah.
Berdasarkan uraian diatas supervisi pendidikan hendaknya mengacu pada beberapa prinsip, yaitu :
1.    Prinsip Ilmiah.                         3. Prinsip Kerjasama.
2.    Prinsip Demokratis.                 4. Prinsip Konstruktif dan Kreatif.

B.     Pengertian Supervisor

Supervisor adalah seseorang yang bertugas melakukan supervisi atau pengendalian.dengan melakukan tugas sebagai berikut :
a.    Pengawasan : Bagian dari administrasi (Mencatat kegiatan di lapangan untuk di evaluasi)
b.    Pengendalian : Bagian dari manajement (Kesalahan-kesalahan di lapangan langsung diperbaiki)
c.    Supervisi : Hasil observasi pada suatu proses supervisi dianalisis, dan diperbaiki kesalahannya.
Dalam sebuah Lembaga Pendidikan / Sekolah, yang berkedudukan sebagai supervisor adalah kepala sekolah,[5] karena ia bertanggung jawab penuh terhadap sekolah, dan selaku supervisor pendidikan di sekolah ia mempunyai beberapa posisi penting, yaitu :
1.    Sebagai manajer : mengatur manajemen ketika terjadi kekacauan, kesulitan dan gejolak yang menimpa sekolah dengan tahapan :
a.    Perencanaan : Merencanakan tindakan untuk mengatasi masalah.
b.    Pengorganisasian : Mengusahakan supaya hasil perencanaan dapat berjalan.
c.    Penggerakan : Memotivasi personil untuk bekerja dengan giat dan antusias.
d.   Pengendalian : Mengendalikan proses kerja dan hasil kerja agar tidak menyimpang dari rencana semula.
Kepala Sekolah selaku manajer hendaklah menguasai tiga keterampilan, yaitu :
a.    Keterampilan konsep.
b.    Keterampilan hubungan manusia.
c.    Keterampilan teknik.
2.    Kepala sekolah sebagai administrator, meliputi :
a.    Pendidikan dan pengajaran.       d. Keuangan.
b.    Kesiswaan.                                 e. Hubungan masyarakat.
c.    Kepegawaian.                            f. Sarana dan Prasarana.
3.    Kepala sekolah sebagai motor penghubung sekolah dengan masyarakat, hendaknya memperhatikan :
a.    Budaya.                                      c. Ekonomi.
b.    Tingkat sosial.                            d. Religi.
4.    Kepala Sekolah sebagai pemimpin,  dengan menguasai faktor pendukung :
a.    Komunikasi.       c. Keteladanan.           e. Memfasilitasi.
b.    Kepribadian.      d. Tindakan.
5.    Kepala Sekolah sebagai supervisor, membina profesionalitas guru dengan mengembangkan :
a.    Pribadi Guru                              e. Keragaman kemampuan
b.    Peningkatan profesi                   f. Keragaman daerah  
c.    Proses pembelajaran                   g. Penguasaan materi
d.   Kemampuan kerjasama guru dengan masyarakat.[6]
Adapun syarat-syarat seorang supervisor adalah :
1.    Mempunyai perikemanusiaan dan solidaritas yang tinggi, dapat meneliti secara teliti dan dapat bergaul dengan baik.
2.    Dapat memelihara dan menghargai semua kepercayaan yang diberikan oleh orang-orang yang berhubungan dengannya.
3.    Berjiwa optimis, berusaha mencari yang baik, mengharapkan yang baik dan melihat segi-segi yang baik.
4.    Bersifat jujur dan adil, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh penyimpangan-penyimpangan masyarakat.
5.    Cukup tegas dan objektif (tidak memihak).
6.    Berjiwa terbuka dan luas, sehingga lekas memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap prestasi yang baik.
7.    Tidak mudah berprasangka terhadap kesalahan seseorang.
8.    Jujur, terbuka dan penuh tanggung jawab.
9.    Cakap taktik dalam memberikan kritikan.
10.                        Sifat simpatinya tidak menimbulkan depresi / stress pada staffnya.
11.                        Sikapnya ramah, terbuka dan mudah dihubungi, sehingga siapapun yang memerlukannya tidak segan untuk menemuinya.
12.                        Bekerja dengan tekun, rajin, teliti dan menjadi teladan anggota.
13.                        Personel appearance terpelihara dengan baik, sehingga menimbulkan respect dari orang lain.
14.                        Bersikap serius, berwibawa dan disegani bukan ditakuti.[7]

C.    Teknik-teknik Supervisi

Teknik supervisi pendidikan berguna sebagai usaha untuk membantu meningkatkan dan mengembangkan potensi sumber daya guru. Macam-macam teknik supervisi pendidikan adalah sebagai berikut:

1.    perkunjungan kelas
Bertujuan untuk mengetahui cara mendidik guru serta respon siswa. Macam – macam teknik ini adalah :
a.    Perkunjungan tanpa memberi tahukan terlebih dahulu atau unannounced visitation.
b.    Perkunjungan dengan memberitahukan terlebih dahulu atau announced visitation.
c.    Perkunjungan atas undangan guru atau visit upon invitation.
2.    Observasi kelas
Bertujuan untuk mengetahui situasi kegiatan belajar mengajar, macamnya:
a.    Observasi langsung / Direct Observation
b.    Observasi tidak langsung / Indirect Observation[8]
3.    Supervisi klinis
Sebuah supervisi khas dan  mendalam dengan cara melihat, mendengar, meraba dan membau, serta seorang guru mepunyai kesempatan instropeksi diri sehingga proses perbaikan bersifat kontinyu / berkelanjutan.
Adapun variasi supervisi klinis adalah :
a.    Supervisi langsung : Mengarahkan dan memberikan petunjuk kepada guru.
b.    Supervisi alternatif : Memberikan alternatif tindakan yang boleh dipilih seorang guru dalam proses pembelajaran.
c.    Supervisi kolaborasi : Adanya kerjasama guru dengan supervisor untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi
d.   Supervisi tidak langsung : Guru mencari problem solving untuk masalahnya sendiri.
e.    Supervisi kreatif : Menmgkombinasikan keempat variasi supervisi.
f.     Supervisi mengeksplorasi atau menolong diri sendiri :  Seorang guru mengkritik dan merefleksikan dirinya sendiri berdasarkan pengalaman mengajarnya.
4.    Teknik supervisi perkembangan
Supervisi dengan mengamati perkembangan seorang guru untuk diberlakukan sebuah pendekatan dalam rangka pembinaan.
5.    Supervisi direncanakan bersama
Supervisi untuk seorang guru yang menyadari kekurangan / kelemahannya sehingga guru meminta supervisor untuk membantu mencarikan jalan keluar dari permasalahannya.
6.    Supervisi sebaya
Supervisi yang dilakukan seorang guru senior kepada guru yunior, atau semi supervise, karena keduanya sama-sama guru.
7.    Supervisi memanfaatkan siswa
Supervisi dengan menggunakan beberapa siswa sebagai pemberi nilai pada cek list yang telah disiapkan oleh supervisor supaya hasil sesuai dengan keadaan asli di dalam kelas tanpa diketahui teman-teman dan guru yang bersangkutan.
8.    Supervisi dengan alat-alat elektronik
Supervisi dengan memanfaatkan alat-alat elektronik, seperti video / CC TV. Sehingga hasil yang didapatkan adalah autentik.
9.    Supervisi pertemuan informal
Supervisi dengan perbincangan dalam sebuah pertemuan yang tidak disengaja, namun hasil yang didapatkan dapat mewakili hasil supervisi kelas atau guru.
10.                        Supervisi rapat guru
Proses supervisi dalam bentuk pertemuan bersama/rapat.
11.                        Supervisi diskusi
Supervisi dalam sebuah dialog antara beberapa guru dengan satu atau beberapa supervisor, dengan tambahan : informasi pengantar, visualisasi data, tanya jawab, dan konsultasi.
12.                        Supervisi Demonstrasi
Supervisi melalui demonstrasi seorang supervisor terhadap para guru-guru tentang sebuah permasalahan.
13.                        Supervisi Pertemuan ilmiah
Supervisi berbentuk pertemuan dengan mendatangkan narasumber atau supervisor yang ahli/ professional.
14.                        Supervisi kunjungan ke sekolah
Supervisi dengan berkunjung /study banding ke sekolah / lembaga pendidikan lainnya.[9]

III.             Kesimpulan

  1. Supervisi atau pengawasan pendidikan adalah Setiap gerak langkah pimpinan suatu lembaga pendidikan dengan keterampilannya.
  2. Supervisor adalah seseorang yang bertugas melakukan supervisi atau pengendalian.dengan melakukan tugas sebagai berikut :
a.    Pengawasan
b.    Pengendalian
c. Supervisi
3.      Macam-macam teknik supervisi pendidikan adalah sebagai berikut:
1.    perkunjungan kelas                              8. Dengan alat elektronik
2.    Observasi kelas                                    9. Pertemuan formal
3.    Supervisi klinis                                    10. Rapat guru
4.    Teknik supervisi perkembangan          11. Diskusi
5.    Supervisi direncanakan bersama         12. Demonstrasi
6.    Supervisi sebaya                                  13. Pertemuan Ilmiah
7.    Supervisi memanfaatkan siswa           14. Kunjungan ke sekolah


IV.             Daftar Pustaka

Daryanto,  Administrasi Pendidikan. (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2001).
Pidarta, Made,  Supervisi Pendidikan Kontekstual (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2010).
Sahertian, Piet A, Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2000).
Purwanto, M. Mgalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2002).





[1] Piet A.Sahertian, Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2000), 16-17.

[2] Daryanto,  Administrasi Pendidikan. (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2001), 169-171.
[3] Piet A.Sahertian, Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2000), 18-24.

[4] Made Pidarta, Supervisi Pendidikan Kontekstual (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2010), 2-5.  

[5] M. Mgalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2002), 101.
[6] Made Pidarta, Supervisi Pendidikan Kontekstual (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2010), 12 -19.
[7] Daryanto,  Administrasi Pendidikan. (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2001), 183-184.

[8] Piet A.Sahertian, Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2000), 52-59.

[9] Piet A.Sahertian, Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2000), 111-191.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar